Panduan Praktis Menerapkan Sistem Jaminan Halal 23000 di Industri Pangan dan Non-Pangan

Pernah kepikiran gak sih, kenapa produk yang punya logo halal lebih laris manis di pasaran? Jawabannya simpel: kepercayaan konsumen. Tapi, dapetin logo itu bukan cuma soal pasang stiker. Ada "resep rahasia" di baliknya yang namanya Sistem Jaminan Halal (SJH) HAS 23000 atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Dunia industri pangan dan non-pangan (kayak kosmetik atau obat-obatan) lagi kencang banget soal ini. Kalau kamu pengusaha yang mau produknya aman dan terpercaya, yuk simak cara praktis terapin sistem ini tanpa pusing!

1. Bangun Komitmen, Jangan Setengah-Setengah

Langkah pertama yang paling krusial itu niat dan aksi dari bos besar alias manajemen puncak. Kamu harus bikin Kebijakan Halal. Isinya? Janji tertulis kalau perusahaan bakal selalu produksi barang yang halal secara konsisten.

Gak cuma itu, kamu perlu nunjuk Tim Manajemen Halal atau Penyelia Halal. Orang-orang ini yang bakal jadi "polisi halal" di internal perusahaan kamu buat mastiin semua aturan jalan terus.

2. Cek Bahan Baku Sampai ke Akar-akarnya

Ini nih bagian yang paling bikin deg-degan. Semua bahan yang masuk ke pabrik, mulai dari bahan baku utama sampai bahan penolong (kayak minyak buat olesan loyang atau pembersih mesin), wajib punya dokumen pendukung.

  • Punya Sertifikat Halal: Cari supplier yang sudah punya sertifikat halal yang masih aktif.

  • Bahan Tidak Kritis: Ada bahan-bahan alam (kayak buah atau sayur segar) yang masuk positive list, jadi lebih simpel urusannya.

  • Hati-hati Kontaminasi: Mastiin bahan kimia atau bahan tambahan gak ada unsur babi atau turunannya.

3. Fasilitas Produksi Harus "Steril" dari Najis

Industri pangan maupun non-pangan wajib banget misahin fasilitas produksi. Kalau kamu produksi barang halal, alatnya gak boleh gantian sama yang gak halal (kayak daging babi).

  • Penyimpanan: Gudang bahan halal dan non-halal harus pisah.

  • Peralatan: Mesin, wadah, sampai transportasi pengiriman gak boleh campur aduk. Kalau bekas dipakai produk non-halal, harus disuciin dulu sesuai aturan syariat.

4. Bikin SOP "Aktivitas Kritis"

Biar tim kamu gak bingung, buatlah prosedur tertulis (SOP) buat langkah-langkah yang rawan bikin produk jadi gak halal. Misalnya:

  • Cara seleksi supplier baru.

  • Cara periksa bahan pas datang di gudang.

  • Cara cuci alat produksi.

  • Cara menangani kalau ada produk yang terlanjur terkontaminasi (produk tidak memenuhi kriteria).

5. Audit Internal dan Evaluasi

Sistem yang oke adalah sistem yang selalu dicek. Minimal setahun sekali, tim kamu harus ngelakuin Audit Internal. Cek semua catatan produksi, stok bahan, sampai kebersihan area kerja. Kalau ada yang melenceng, langsung perbaiki. Hasilnya harus dirapatin bareng manajemen (Kaji Ulang Manajemen) buat mastiin sistem ini makin kuat ke depannya.

Kenapa Harus Sekarang?

Pemerintah lewat BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) makin serius soal ini. Apalagi di tahun 2026, banyak kategori produk yang wajib punya sertifikat halal. Selain biar gak kena sanksi, punya SJH 23000 bikin produk kamu punya "tiket" buat ekspor ke pasar global yang luas banget!

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *